Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor

Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor 3

Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor

Hotel Salak The Haritage awal berdiri Pada pertengahan abad 19, Indonesia atau Hindia Belanda saat itu sudah menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup terkenal di Eropa. Alhasil di masa tersebut turis mancanegara terutama dari negara asal si penguasa saat itu memandang perlu mendirikan berbagai fasilitas untuk para pengunjung tersebut. Oleh karena itu mereka mendorong berdirinya beberapa hotel baik di Jakarta maupun di Buitenzorg (sebutan Bogor masa itu).

Tiga buah hotel didirikan pada masa tersebut di Bogor dan salah satunya adalah yang dikenal sebagai Hotel Salak saat ini.

 

 

Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor

 

Awal abad 20

Di awal tahun 1900, terjadi perpindahan kepemilikan. Nama Binnenhof diganti menjadi nama Dibbets yang diambil dari nama seorang pemegang saham utama di perusahaan pemilik.

Tidak berapa lama berselang di tahun 1913, terjadi lagi perubahan pemegang hotel Salak ini, kali ini kongsi bernama NV American mengambil alih (NV = naamloze vennootschap atau sama dengan Perusahaan Terbatas di Indonesia). Kembali si hotel perak harus diganti namanya menjadi NV American Hotel.

Lagi-lagi kongsi tersebut tidak bertahan terlalu lama. NV American jatuh bangkrut di tahun 1922.Akhirnya E.A. Dibbets, manajer sekaligus pemegang saham utama di hotel ini mengambil alih. Setelah pengambil alihan, hotel tersebut dikembalikan namanya ke nama awal tahun 1900-an yaitu Dibbets Hotel.

Pada tahun 1932, hotel Salak namany diubah kembali menjadi Bellevue Dibbets Hotel. Bellevue adalah kata dalam bahasa Perancis yang artinya “Pemandangan Yang Indah”. Rupanya panorama Bogor saat itu begitu mempesona sehingga kata Bellevue ditambahkan di depan nama sebelumnya.

Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor
Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor

Masa Pendudukan Jepang

Seperti diketahui pada masa Perang Dunia II Jepang mengalahkan Belanda di Indonesia dan menduduki Indonesia tahun 1942 sampai 1945. Pada masa pendudukan Jepang ini hotel Salak berubah fungsi menjadi markas tentara Jepang. Tepatnya menjadi markas Kempetai alias Polisi Militer Jepang.

Hal ini tidak berlangsung lama dan Jepang menyerah pada Sekutu di tahun 1945

Masa Kemerdekaan Indonesia

Setelah pernyataan Kemerdeaan Indonesia 17 Agustus 1945, tida serta merta hotel dikembalikan kepada Indonesia. Lagipula Perang Kemerdekaan saat itu sedang berlangsung dimana-mana termasuk di Bogor.

Baru pada tahun 1948 hotel ini diserahan kepada Pemerintah Indonesia. Di tahun itu pula hotel perak disematkan nama baru seperti yang dikenal sekarang, yaitu Hotel Salak.

Berbagai peran telah dilakukan oleh hotel ini setelah Indonesia merdeka. Salah satunya dipakai sebagai tempat persiapan onferensi Asia Afrika I di Bandung. Berbagai pertemuan dan persiapan dilakukan di hotel ini.

Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor 1
Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor 1

Bila saja hotel ini bisa berbicara mungkin pula dia bisa menceritakan tentang apa yang terjadi di Bogor pada saat Sukarno memberikan Surat Perintah Sebelas Maret kepada Suharto. Hotel Salak hanya sepelemparan batu dari gerbang Istana Bogor di Jalan Juanda.

Hotel ini kembali berperan untuk Indonesia ketika menjadi tempat pendukung untuk Konferensi Tingkat Tinggi APEC (Asia Pasific Economic Co-operation) yang menghasilkan Bogor Goals atau tujuan Bogor. Sebuah komitmen untuk segera mencapai perdagangan bebas di antara para anggota APEC.

Barulah pada akhirnya di tahun 1998 kata the Heritage disematkan pad Hotel Salak. The Heritage yang berarti pusaka memang pantas disematkan pada hotel ini mengingat berbagai sejarah yang telah disaksikan selama hotel ini berdiri.

 

Untuk kalian yang belum pernah menginap di Hotel Salak The Haritage ayo nginep karena dari bangunan sampai ke dalam sama sekali tidak ada yang di ubah sejak dulu. Untuk info lebih lanjut:

 

Jl. Ir. H. Juanda No. 8 Bogor 16121

Phone:02518373111 /Fax: 02518374111

Email: Marketing@hotelsalak.co.id

 

 

Sejarah Hotel Salak The Heritage Bogor

 

No comments yet

leave a comment

*

*

*